Over 10 years we help companies reach their financial and branding goals. Engitech is a values-driven technology agency dedicated.

Gallery

Contacts

411 University St, Seattle, USA

engitech@oceanthemes.net

+1 -800-456-478-23

Mengenal TEMU Lebih Dekat

Perjalanan TEMU

  • 🇮🇩
  • 🇬🇧

Maral Dipodiputro mendirikan usaha berbasis sosial PT TEMU SEJAHTERA VISI UTAMA pada akhir 2016 yang membangun aplikasi pertama di Indonesia yang fokus melayani pencari kerja dengan keterampilan rendah (biasa disebut buruh) dan pencari kerja rendahan (blue collar workers).

Dilandasi pengamatan dalam perjalanan ke mancanegara dan berkegiatan sosial di daerah, khususnya di pedalaman Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Papua dan Papua Barat, Maral berkeyakinan bahwa sumber daya manusia Indonesia dari kalangan termiskin dan termarjinalkan sesungguhnya sudah memiliki modal kuat untuk memenangkan persaingan global, asalkan dalam proses rekrutmen mereka diberikan kesempatan secara adil dan diperlakukan secara jujur.

Tiga bulan setelah peluncuran di tahun 2017, Aplikasi TEMU KERJA menghasilkan 15.000 downloads dan lebih dari 10.000 CV terverifikasi. Asal pekerja menjangkau 241 wilayah kumuh perkotaan.

Pada 2017, TEMU mendapatkan pendanaan dari The DBS-NUS Social Venture Challenge, dan dari Dell Digital Award. Tahun yang sama Maral menerima penghargaan Vital Voices Global Partnership sebagai tokoh muda yang turut memberikan solusi atas isu sumber daya manusia dan pengangguran dunia.

Membuktikan thesis bahwa sesungguhnya SDM Indonesia siap berkompetisi untuk menang, pada tahun 2018 - 2019 TEMU dijalankan secara mandiri oleh sekelompok anak muda yang mayoritas hanya lulusan SMK. Dalam kurun waktu ini, TEMU tidak saja dipercaya menjalin kerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan dari pemerintah maupun swasta, pusat dan daerah, Aplikasi TEMU KERJA juga terus berkembang menjangkau 80.000 downloads dengan 60% CV terverifikasi.

Pada 2020, Pandemi Covid-19 menghantam TEMU sama halnya dengan perusahaan pemberi solusi ketenagakerjaan yang mayoritas off-taker berasal dari industri pariwisata ataupun perusahaan pemberi kerja bagi low-skilled workers. Menjadi tantangan lebih berat lagi bagi TEMU karena pengguna jasa TEMU di satu sisi berasal dari kelompok sosial termiskin dan rentan miskin. Untuk itu TEMU menyiasati dengan merancang pelatihan-pelatihan soft-skills rutin tanpa dipungut bayaran.

Menavigasi era pemulihan ekonomi nasional dan global paska-pandemi, kami pada tahun ini, kami membentuk TEMU CAMPUS agar lebih fokus menyasar akar permasalahan dan memperkuat solusi-solusi yang lebih efektif mempersiapkan SDM Indonesia untuk bekerja dalam konteks perubahan tuntutan Industri 4.0.

Maral Dipodiputro founded the social enterprise TEMU at the end of 2016, as the first Indonesian application to focus on servicing low-skilled workers and blue collar workers.

From experience living overseas, extensive travels and social work throughout the country, especially in Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Papua and Papua Barat, Maral is convinced that Indonesian human resources from poorest and marginal communities in reality inherently have what it takes to compete globally, as long as they are given fair opportunities and treated honestly during recruitment processes.

Within three months of its activation for the public in 2017, the TEMU KERJA application got 15.000 downloads. More than 10.000 CVs were verified, originating from 241 wilayah urban slums in Indonesia.

By 2017, TEMU received funding from The DBS-NUS Social Venture Challenge, and Dell Digital Award. The same year, Maral was awarded the Vital Voices Global Partnership as a young woman with effective solutions and addressing the issues of human resources and global unemployment.

Proving TEMU's thesis that Indonesian HR are capable of competing despite their lack of education, for two years (2018-2019) TEMU was managed independently by a group of young people where the majority were highschool graduates.

During that period, TEMU was not only trusted to cooperations with government and private stakeholders, but also the TEMU KERJA application continued its growth to reach 80.000 downloads where 60% of CV verified.

The Covid-19 pandemic hit TEMU as hard as any other human resources company servicing the tourism industry and off-takers of low skilled workers. The fact that TEMU clients were mostly poor and vulnerable members of the society, made it even more challenging. TEMU's answer to the question was to design and carry out free training in soft skills to its members.

Navigating the post-pandemic national and global economic recovery this year we created TEMU CAMPUS so that we hit the bulls-eye and strengthen our solutions that prepare Indonesian HR to find work or return to work in the changes brought by the Industry 4.0 context.

Nilai TEMU

#terinspirasimenginspirasi
#LEARNtoINSPIRE

TEMU dibentuk atas pelajaran-pelajaran yang didapatkan dari para pencari kerja yang hidup wilayah kumuh perkotaan. Kami ingin berbagi inspirasi dari fakta bahwa pencari kerja berpendidikan amat rendah sesungguhnya adalah karyawan yang berpotensi sukses tinggi.

Terinspirasi keteguhan untuk bertahan hidup dan berpenghidupan di tengah permasalahan yang amat kompleks, kondisi yang sangat rentan dan ketidakpastian akan segala hal.

Istilah manajemen bisnis VUCA (volatility, uncertainty, complexity, & ambiguity) sesungguhnya adalah kehidupan mereka setiap harinya. Secara naluriah mereka mempunyai adaptabilitas, agilitas, ketangguhan luar biasa berdasar loyalitas. Ibarat air yang tugasnya adalah mencari jalan menuju lautan: dimana ada hambatan mereka akan menemukan solusi yang bersinergi dengan tantangan: membelah diri, mengubah haluan, kembali bersatu, dan bilamana perlu air bahkan mampu memecah karang.

Kami terinspirasi atas keberanian yang mereka miliki untuk bangkit walaupun kembali jatuh berkali-kali. Dan kami terinspirasi dari ketekunan mereka dalam keterpaksaan. Dan dalam kebangkitan tersebut, kami terinspirasi kerendahan hati (humility) mereka untuk belajar, terus belajar, dan belajar lagi.

Mimpi TEMU

Menurut TemanTEMU apa yang menjadi keunikan tenaga kerja Indonesia dengan lainnya?

Keunikan Indonesia tidak hanya terletak pada makanan, daerah wisata, pakaian, budaya, dan adat istiadatnya, tapi juga pada manusianya (SDMnya). TEMU bercita-cita untuk menggunakan keunikan ini sebagai nilai tambah bagi pekerja-pekerja di Indonesia, agar bisa menjadi SDM yang kompetitif di kancah nasional dan internasional. Dengan menjadi SDM yang kompetitif, TemanTEMU memiliki kesempatan kerja terbaik yang bisa digunakan sebagai agen perubahan untuk bangsa Indonesia, serta menjadi inspirasi bagi diri sendiri dan bagi orang-orang di sekitar TemanTEMU.

Perjalanan TEMU

2016

Maral Dipodiputro mendirikan usaha berbasis sosial PT TEMU SEJAHTERA VISI UTAMA pada akhir 2016 yang membangun aplikasi pertama di Indonesia yang fokus melayani pencari kerja dengan ketrampilan rendah (biasa disebut buruh) dan pencari kerja rendahan (blue collar workers).

2016
2017

Tiga bulan setelah peluncuran di tahun 2017, Aplikasi TEMU KERJA menghasilkan 15.000 downloads dan lebih dari 10.000 CV terverifikasi. Asal pekerja menjangkau 241 wilayah kumuh perkotaan.

2017
2017

Pada 2017, TEMU mendapatkan pendanaan dari The DBS-NUS Social Venture Challenge, dan dari Dell Digital Award. Tahun yang sama Maral menerima penghargaan Vital Voices Global Partnership sebagai tokoh muda yang turut memberikan solusi atas isu sumber daya manusia dan pengangguran dunia.

2017
2018

Membuktikan thesis bahwa sesungguhnya SDM Indonesia siap berkompetisi untuk menang, pada tahun 2018 – 2019 TEMU dijalankan secara mandiri oleh sekelompok anak muda yang mayoritas hanya lulusan SMK. Dalam kurun waktu ini, TEMU tidak saja dipercaya menjalin kerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan dari pemerintah maupun swasta, pusat dan daerah, Aplikasi TEMU KERJA juga terus berkembang menjangkau 50.000 downloads dengan 60% CV terverifikasi.

2018
2020

Pada 2020, Pandemi Covid-19 menghantam TEMU sama halnya dengan perusahaan pemberi solusi ketenaga-kerjaan yang mayoritas off-taker berasal dari industri pariwisata ataupun perusahaan pemberi kerja bagi low-skilled workers. Menjadi tantangan lebih berat lagi bagi TEMU karena pengguna jasa TEMU di satu sisi berasal dari kelompok sosial termiskin dan rentan miskin. Untuk itu TEMU menyiasati dengan merancang pelatihan-pelatihan soft-skills rutin tanpa dipungut bayaran.

2020
2022

Menavigasi era pemulihan ekonomi nasional dan global paska-pandemi, kami pada tahun ini, kami membentuk TEMU CAMPUS agar lebih fokus menyasar akar permasalahan dan memperkuat solusi-solusi yang lebih efektif mempersiapkan SDM Indonesia untuk bekerja dalam konteks perubahan tuntutan Industri 4.0.

2022

Di balik TEMU

Management

Maral Dipodiputro

Founder and CEO of TEMU

Guntur Dwiyatmoko

Financial Controller of TEMU

Industry Advisory Board Members

March 2020 – February 2024

No. Role Name
1
Chair
1
Member

Ifik Arifin
Founder Inixindo

3
Member

Partono Rudiarto
CEO of Inixindo Jakarta

4
Member

Karin Item
Founder and CEO FLY BEST

Di balik TEMU

TEMU Leaders

Maral Dipodiputro

Founder and CEO of TEMU

Maral Dipodiputro merupakan lulusan Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Master of Business Administration (M.B.A.) Binus Business School. Sebagai founder TEMU, Maral mengantarkan TEMU mendapatkan pendanaan dari The DBS-NUS Social Venture Challenge dan dari Dell Digital Award pada 2017. Di tahun yang sama Maral menerima penghargaan Vital Voices Global Partnership sebagai tokoh muda yang turut memberikan solusi atas isu sumber daya manusia dan pengangguran dunia.

Maral mempunyai passion melakukan pengamatan dalam perjalanan ke mancanegara dan berkegiatan sosial di daerah, khususnya di pedalaman Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Papua dan Papua Barat. Maral berkeyakinan bahwa sumber daya manusia Indonesia dari kalangan termiskin dan termarjinalkan sesungguhnya sudah memiliki modal kuat untuk memenangkan persaingan global, asalkan dalam proses rekrutmen mereka diberikan kesempatan secara adil dan diperlakukan secara jujur.

Dewi Maghfiroh

Head of TEMU Campus

Dewi Maghfiroh merupakan lulusan dari Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang (UNNES). Disiplin ilmu bermasyarakat yang dipelajari selama studi mengantarkan kecintaannya pada berbagai kegiatan pemberdayaan dan pendidikan khususnya dengan melibatkan stakeholders daerah. Sudah sejak di bangku kuliah, Ia terlibat dalam pendidikan dan pemberdayaan anak-anak jalanan, anak-anak yang tinggal di daerah kumuh, dan anak-anak yang hidup di lokalisasi di daerah semarang dan sekitarnya. Dewi percaya, masa depan Indonesia akan lebih baik, dengan setiap orang bergotong royong mempersiapkan regenerasi dimulai dari diri sendiri.

Dewi belajar banyak ketika pernah menjadi fasilitator pendidikan di Kepulauan Natuna selama setahun dan officer pemberdayaan kepedulian akan kesehatan di Papua dan Papua Barat selama enam bulan. Dari sana ia meyakini talenta-talenta daerah sangat luar biasa apabila mendapatkan akses yang sama seperti daerah-daerah lainnya.

Dalam dunia business, Ia mempunyai pengalaman selama 5 tahun di Badan Usaha Milik Negara yangmana selama penugasannya meliputi pengembangan unit business center of excellence di learning, research, & innovation, pemberdayaan dan akses permodalan pada UMKM, hingga corporate communication. Dari semua perjalanan hidup dan karir nya, Ia mempunyai purpose untuk empowering people to realize their potential and inspire each other for Indonesia better.

TEMU Senior Leaders

Judith J. Dipodiputro

Dewan Pengawas TEMU & Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Promosi Badan Perfilman Indonesia

Awal meniti karir dalam industri Media sebagai jurnalis siaran Perancis dan Spanyol pada The Voice of Indonesia, kemudian terlibat dalam tim pembentukan Televisi Pendidikan Indonesia, mengembangkan PT Indoexchange Dotcom menjadi perusahaan TI pertama yang Go Public di Indonesia, dan terakhir mempimpin penerbitan The Daily Economic Executive Digest.

Karir di Swasta diawali sebagai Manager Standard Chartered Bank, sebelum bergabung dengan kelompok perusahaan nasional Citra Agratama Persada Group; dan kemudian kembali menjadi direksi pada perusahaan migas Perancis, Total E&P Indonesie.

Keingingan berbakti pada negara dijalankan dengan bertugas pada Pemerintah Pusat maupun Daerah. Terakhir menjabat Staf Khusus Menteri BUMN bidang Sinkronisasi Program Prioritas Pembangunan Nasional dan Pengembangan Kebijakan Inisiatif Strategis, serta Evaluasi Kebijakan Pembiayaan dan Pelaksanaan Belanja Modal BUMN.

Di bidang film, pernah ditugaskan menjadi Direktur Utama Perum Produksi Film Negara dan saat ini sebagai Kepala Kerjasama Internasional dan Promosi Badan Perfilman Indonesia. Dalam perjalanan karir nya, Ia mempunyai perhatian besar pada Pengembangan SDM Indonesia.

Ifik Arifin

Direktur Inixindo Holding

Ifik Arifin memperoleh gelar Doktoral pada bidang Pendidikan Teknologi dari Universitas Negeri Jakarta dan sarjana Ilmu Komputer dari University of Kaiserslautern. Ia mempunyai pengalaman yang sangat mumpuni di bidang teknologi dan pendidikan khususnya dalam hal melakukan training dan sertifikasi melalui Lembaga Kredibel dan Terpercaya, Inixindo.

Ia mendirikan Inixindo pada tahun 1991, hingga saat ini, Inixindo memiliki 6 cabang yang tersebar di beberapa kota-kota besar di Indonesia. Ia adalah pembelajar sepanjang masa yang selalu update terkait teknologi-teknologi terkini. Misi hidup nya adalah untuk menghasilkan SDM Indonesia yang berkualitas dan kompetitif di bidang IT dan mampu memimpin Indonesia menjadi Negara yang maju. Melalui Inixindo, telah melatih lebih dari 4.000 profesional TI setiap tahun. Ia juga rutin setiap minggu memandu podcast dengan tamu dari berbagai bidang keilmuan untuk share knowledge.

Partono Rudiarto

CEO & Direktur Inixindo Jakarta

Partono Rudiarto merupakan lulusan dari jurusan Manajemen Universitas Indonesia dan jurusan Edukasi Teknologi Universitas Pelita Harapan. Expertise nya dalam bidang Manajemen Teknologi Informasi tidak diragukan lagi. Hampir tiga puluh tahun lebih malang melintang dalam pengembangan talenta Teknologi Informasi.

Ia juga membesarkan Inixindo dalam mencetak SDM Unggul di bidang teknologi untuk mempersiapkan Indonesia memimpin dunia ke depan. Berbagai sertifikasi telah dimiliki nya seperti ITIL Foundation v3 and v4, Certified Data Center Professional (CDCP), dan Cobit 5. Berbagai rumpun bidang yang ia tekuni antara lain IT Infrastructure Library Fundamental Knowledge for Certification, IT Risk Management Knowledge, Project Management Knowledge, IT Governance with Cobit 5, IT Service Management Foundation, IT Management Essentials, Pengeloaan Data Center, IT Service Management Foundation, Certified IT Specialist, dan masih banyak lagi.